Aktivis juga bisa Move on

Sumber foto www.berdikaribook.com


Dia yang sudah lelah dengan janji-janji revolusi. Sudah habis stok kesabarannya. dulu, ada beberapa mahasiswa yang datang kepada saya. ngomongnya berapi-api. semua di sekelilingnya salah. Saya Hanya berkata dalam hati, orang-orang semacam ini daya juangnya tak bakal panjang. paling cuma 5 tahun , paling lama 7 tahun.
Kuliah tingkat dua, mulai kenal teori kiri. Tingkat tiga, mulai gagah-Gagahan . Tingkat empat, makin radikal dan mulai menyalahkan orang ditambah lagi galau karena belum lulus kuliah. Tahun berikutnya, makin putus asa. Setahun kemudian, mulai mencari pekerjaan. Tiga tahun kemudian, mulai berpikir kapitalistik dan curang. Mudah iri dengan pencapaian teman-temannya, menggunakan segala cara untuk memenangi persaingan di perusahaannya. Atau mulai cari-cari beasiswa kuliah di luar negeri.
Tahun kelima bekerja, sudah tampak Borjuis muda. Makan di burjo saja gengsi. Minum ao sudah tidak mau. Gemar membeli barang-barang bermerek . Gaul dengan kaum sosialita. Pamer foto-foto di luar negeri. Mulai norak. Tahun ketujuh bekerja, mulai tidak suka dengan para  aktivis termasuk para mahasiswa yang suka demo. Tahun kedelapan sudah tidak suka dengan apa pun yang mengancam kemapanan .
Sudah begitu Saja . Lihatlah Isinya kebanyakan orang semacam itu di sekitarmu . Maka jika ada anak muda brewokan , gayanya sok-sokan , kayak paling radikal, tersenyum saja. Biasanya  umur ideologinya cuma seumur jagung . Lalu bakal jadi sekrup paling kencang dari sebuah sistem yang dibencinya.

(Alumni.)

Komentar